Archives September 2021

BEGITULAH KEJADIANNYA!


Bhisma, berdiri tegak diatas kereta perangnya dengan penuh keyakinan, bahwa akan mampu mengalahkan Pandawa dan seluruh pasukannya dengan mudah. Dia merasa tidak membutuhkan bantuan Drona dan Karna untuk menyelesaikan peperangan!
        Satu persatu putra2 Wirata panglima perang dari Pandawa dibantai. Tidak ada satupun anak panah dari putra2 Wirata mampu menembus kulit Bhisma, rontok bagaikan daun2 kering ketika menyentuh kulitnya. Melihat kesaktian Bhisma seperti itu, Krishna mengarahkan kereta perangnya Arjuna mendekati Bhisma, kemudian memintanya untuk meletakkan senjata! Tentu saja Bhisma tidak mau mengikuti, karena telah bersumpah akan menjaga Astina Pura. Dengan menasehati dan menyebut satu persatu kesalahan dan kekeliruan yang telah dia lakukan, Bhisma mulai lunglai (galau), karena merasa bersalah. Kemantapan Bhisma hilang, emosi dan pikirannya menjadi tidak harmonis lagi. Begitulah kesadaran ini menjadi tidak stabil ketika alam tidak mendukung! Kemudian, Bhisma memutuskan lebih baik gugur dalam pertempuran daripada menyerah. Dan meminta kepada Krishna supaya mengahadirkan Srikandi ke medan perang dihari berikutnya, untuk berhadapan dengannya!
Pada hari yang telah ditentukan, tidak ada satupun anak panah Srikandi meleset, semua menamcap dan menembus kulit Bhisma yang sangat sakti! Begitulah cara alam bekerja ketika sudah tiba waktunya, tidak ada yang dapat menghalangi. Semua terjadi karena karma yang telah kita lakukan, termasuk kematian. Kematian / nasib ditentukan oleh karma kita sendiri, bukan ditentukan sebelumnya!
       Meskipun demikian, Bhisma masih menunjukan egonya / kemampuannya, bertahan sampai perang berakhir dengan panah tetap menamcap ditubuh. Dia membuktikan bahwa dirinya belum kalah atau mati di medan perang, dibuktikan dengan tubuhnya tidak menyentuh tanah.
Entah apapun alasannya….! Bhisma dengan bertahan seperti itu, tidak akan merubah keadaan! Jangankan Bhisma, terhadap Krishna saja tidak ada orang percaya termasuk Arjuna. Seandainya orang2 yang terlibat, percaya kepada Krishna perang Bharata Yuda tidak akan terjadi.Yang percaya kepada Bhagawan Wyasa pada waktu itu hanya 4 orang, murid2 dari Bhagawan Wyasa hanya 4 orang. Yang lain pada kemana????
        Kalau kejadiannya seperti itu untuk apa orang2 berebut berguru kepada Guru Drona?Hampir semua orang ingin berguru kepada Drona pada jaman itu!Kenapa tidak minta beguru kepada Krishna atau Bhagawan Wyasa ????
BEGITULAH KEJADIANNYA itulah  I T I H A S A “cermin dari kehidupan, bahwa hidup ini adalah konflik”
footnote:° Alam akan mendukung ketika kita peduli pada orang lain!° I T I H A S AartinyaBEGITULAH KEJADIANNYA.

ekawijayadego.blogspot.com